Endang Susilowati

Lahir di Karanganyar pada 13 Januari 1986. Sejak lulus S1 menjadi pendidik di Singapore Piaget Academy Solo Baru sebagai guru Bahasa Indonesia. Berstatus menika...

Selengkapnya
KARTU AJAIB (2)

KARTU AJAIB (2)

KARTU AJAIB (2)

Alhamdulillah akhirnya pagi ini bisa posting tentang si kartu ajaib ini karena kemarin sedang fokus mengurus ibu yang sakit. Alhamdulilah sekarang sudah OK.

KONSISTEN DAN DISIPLIN ORANG TUA

Membuat kesepakatan dengan anak kecil harus konsisten dan disiplin saudara-saudara....hehe

Jadi ceritanya, karena pikiran sedang panik dan khawatir karena ibu saya yang sakit, si kartu ajaib Danes tertahan oleh saya (belum saya serahkan) itu membuat dia sedikit kecewa. Kecewa disini dalam arti maunya dia begitu hari itu melakukan kewajiban-kewajibannya dengan baik, langsung mendapatkan kartu ajaibnya... Pengennya dia cepat terkumpul banyak. hehehe....

Oke.... karena kebetulan rumah saya dan ibu tidak begitu jauh....saya tidak boleh mematahkan semangatnya. Akhirnya malam itu juga saya ambil si kartu di rumah (karena kami menginap di tempat ibu).

KERJA SAMA DENGAN SUAMI

Hemmmm.... Ini nih yang bikin emosi. Nah, kalo kita menyerahkan si kartu ajaib kan seneng banget tuh... (bayangin ala ala guru TK) yang heboh.....dan memang seperti itu lebih membuatnya senang dan bangga.

Saya udah heboh sewaktu memberikan kartu..."Ye...mbak Danes hari ini dapat 6 kartu ajaib".....eh si bapaknya nyeletuknya...."Ye...mbak Danes dapat 6 KAPUR ajaib..."

hiiihh......kan kami berdua jadi kesel...... :(

Seolah prestise si kartu ajaib tadi jadi menurun....

Setelah kejadian itu saya adakan sesi untuk memberikan kartu kuning kepada si bapak. Maklum ya, misua bukan berlatar belakang di dunia pendidikan...

REWARD YANG TERLALU KECIL

Teman-teman saya memberikan masukan, reward-nya terlalu kecil.....Hehehe... Mamanya pelit katanya....wkwkwkw...Kalo ini bisa disesuaikan sama kantong mama ya....

Gini aja deh sederhananya...selama ini sembari perjalanan pulang sekolah mampir ke toko...Kita sering main kasih-kasih aja apa yang dia tunjuk. (barang ya....., kalau jajanan ga dikasih itu namanya kebangeten. Tau sendiri kan mama2 apalagi anak cewek, tempat pensilnya aja bisa punya 5, 6, 7...Tiap ada model baru pengen) Dengan begini, mereka mengenal usaha. Danes misalnya, sudah merencanakan nanti Sabtu pulang sekolah yang jemput saya... Karena dia kepengin tempat binder, jadi dia berencana menukarkan si kartu ajaibnya hari Sabtu nanti dengan tempat binder.

REFLEKSI SEBELUM TIDUR

Sembari menemani dia tidur, kita refleksi ...tadi Danes dapet kartu ajaibnya karena A, B, C, D dsb.. Termasuk tindakan2 surprise nya...Seperti...Danes angkat baju dari jemuran, Danes membawa gelas2 bekas minum tamu ke belakang...dan sebagainya, termasuk....penting ini... Memberikan gambaran kepadanya besok dia dapat peluang mendapat berapa kartu ajaib. Karena anak lebih suka sesuatu yang terprogram. Dan juga karena Danes punya target berapa kartu harus dikumpulkan di hari Sabtu.

KARTUNYA TERLALU SEDERHANA

Masukan dari Danes sendiri... "Ibu, kartunya dihias yang bagus to..."

PR buat saya.... hehe....baiklah..saya buatlkan.



Cerita Ibu dan Danes...2 manusia yang juaauuh dari sempurna, hanya sedang berusaha mencari cara menjalani keseharian lebih baik, tanpa ngambek...tanpa marah2.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

ini salah satu teknik yang bisa saya coba, terima kasih telah berbagi cerita.

10 May
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali